WEB BLOG
this site the web

!D!0L09!...............!!!



tEnTaNg !D!0L09!...............!!!


Dalam The World Book Encyclopedia dinyatakan apa yang dinamai dengan Ideologi, tidak didasarkan pada informasi faktual dalam memperkuat kepercayaannya. Orang yang menerima sebuah sistem pikiran tertentu ini cenderung menolak sistem pikiran lain yang tidak sama dalam menjelaskan kenyataan yang sama. Untuk orang-orang ini, hanya kesimpulan yang didasarkan pada ideologi mereka yang dianggap logis dan benar. Karena itu, orang yang secara kuat menganut sebuah ideologi tertentu mengalami kesukaran untuk mengerti dan berhubungan dengan penganut ideologi lain. Bagi Manhheim ideologi, merupakan semacam proyeksi ke depan tentang gejala yang akan terjadi di kemudian hari berdasarkan sistem yang ada. Karenanya dalam pembedaanya secara pokok antara ideologi dan utopia, Mannheim mengutarakan ideologi cenderung memperkuat dan mempertahankan status quo sedangkan utopia akan mengguncang struktur sosial yang ada.

Pertanyaanya kapan sebuah ideologi itu muncul? Mannheim membedakannya dalam tiga jenis utama, pertama ideologi dapat muncul kalau seseorang atau sekelompok orang tidak menyadari lagi incogurensi atau ketidakcocokan diantara gagasan yang ada padanya dan kenyataan yang konkret dihadapi. Kedua, ideologi juga muncul kalau sekelompok orang dapat menyingkapkan ketidakcocokan termaksud, tetapi mereka justru tidak melakukannya karena ada kepentingan yang bersifat pragmatis atau emosional, yang barangkali akan dirugikan kalau ketidakcocokan itu dibuka kedoknya. Ketiga, ideologi juga terbentuk kalau orang melakukan penipuan secara sengaja entah untuk mempertahankan diri atau untuk mencapai satu tujuan dan kepentingan tertentu. Dalam konteks antropologis, tindakan seseorang dalam dunia sosial dibimbing oleh norma dan nilai sosial yang ada dalam dunia simboliknya. Sehingga, dalam prakteknya, orang yang tidak sanggup melakukan apa yang ia percayai akan cenderung mempercayai apa saja yang dilakukannya.

Namun adakah keuntungan dari cara berpikir ideologis? Berpikir ideologis akan membawa kita, bukan semata-mata pada pencarian tentang apa yang benar melainkan juga mengaitkan sebuah gagasan dengan basis keberadaan sosial dan intelektual. Secara dasariah ideologi telah mempertajam konsep perjuangan politis, yang ternyata tidak didasarkan pada kebenaran subyektif melainkan juga kepentingan-kepentingan kolektif yang menjuruskan sebuah arah pemikiran tertentu. Semisal cara berpikir yang menyatakan kalau dalam masyarakat sosialis manusia yang menjadi nomor satu sedangkan dalam masyarakat kapitalis modallah yang menjadi nomor satu. Kapitalisme yang telah memupuk kekuatan dari berbagai kritik kini telah menjelma menjadi ideologi, yang oleh Francis Fukuyuma, dikatakan sebagai akhir dari sebuah proses sejarah. Apa kemahiran ideologi kapitalisme? Pertama kemampuan merumuskan cita-cita sosial yang ada kemungkinan diwujudkan dalam organisasi sosial dan dinamik yang ada. Dengan kata lain dapat menciptakan social feasibility bagi cita-cita politik. Kedua tatanan sosial yang hendak dibangun cukup kuat untuk mampu menimbulkan dinamika baru dalam masyarakat yang tadinya belum ada atau belum ada secara memadai. Ini artinya menciptakan political feasibility bagi suatu pembaharuan sosial.

Akan tetapi sebagaimana dalam studi kritik ideologi, kadangkala penipuan justru bermula dari sana. Karena ketidak-mampuan mengatasi masalah sosial membuat seseorang mengubah sistem simboliknya dalam pikirannya, sehingga sistem simbolik itu dapat mengakomodasi suatu masalah sosial tanpa menimbulkan kontradiksi dan konflik dalam diri orang bersangkutan, sekalipun masalah yang dihadapi tidak diselesaikan. Itulah yang terjadi dalam perkembangan kontemporer kapitalisme, dimana bukan arus barang yang dijadikan arena utama melainkan sektor moneter dan finansial menjadi basis utama bagi tegaknya sistem ini. Apa yang diistilahkan sebagai rezim neo liberalisme bermula dari sana, yakni di kala negara harus dilucuti sejumlah peran sosialnya untuk diberikan sepenuhnya pada sektor swasta. Satu ideologi yang telah mengalahkan dua gagasan besar yang dicuatkan oleh Revolusi Oktober 1917 dan kemudian pada tahun 1989 ketika tembok Berlin hancur. Komunisme sebagai gagasan egaliterian memang tidak hancur berantakan bahkan masih hidup sebagai sebuah kritik, akan tetapi marxisme sebagai kekuasaan negara telah punah.












ANARKISME; PAHAM YANG TAK PERNAH PADAM

Selama ini, mendengar kata Anarkisme disebut, banyak orang segera merasa gelisah dan cemas, terbayang suatu kelompok manusia bringas yang siap menebarkan keonaran, kekacauan, kehancuran dan malapetaka. Meskipun pada umumnya orang hanya secara intuitif, tanpa tidak pernah mencoba menggali lebih seksama tentang apa yang disebut sebgai pandangan Anarkis tersebut, Namun istilah anarki sendiri sudah terlanjur menimbulkan kemarahan dan terlanjur secara luas disimpulkan bahwa anarkisme adalah sebagai suatu paham yang menakutkan karena jahat. Orangpun tanpa berpikir panjang percaya bahwa Anarkisme adalah negatif dan berbahaya, titik. Pendek kata, dalam memandang anarkisme, tidak hanya apparatus negara, bahkan masyarakat akademia, bersepakat bahwa Anarkisme adalah musuh umat manusia. Dengan demikian keyakinan yang mendominasi pemikiran masyarakat luas adalah bahwa “anarkisme” tidak lebih dari penyakit sosial yang bertentangan dengan segala norma sosial yang baik dan pantaslah jika anarkisme dianggap musuh masyarakat. leh karena itu dianggap wajar juga untuk menganjurkan untuk memberantas Anarkisme sampai keakar-akarnya. Anjuran untuk senantiasa waspada terhadap segala bentuk anarki saat ini telah menjadi hampir kesepakatan sosial. Pendek kata, Anarkisme perlu di amputasi atau dilenyapkan, untuk selamanya.
Lantas mengapa Anarkisme menjadi paham yang sangat ditakuti sehingga perlu dibrantas habis? Jangan-jangan letak persoalannya hanya karena kita tidak paham betul apa sebenarnya yang menjadi cita cita Anarkisme. Lebih ironis lagi, jangan-jangan secara diam-diam kita, anda dan saya tanpa menyadari, juga dalam beberapa hal bersimpati bahkan untuk banyak hal berbagi keyakinan dengan anarkisme Atas alasan itu semua, perlunya untuk memperdebatkan, merenungkan dan mempertimbangkan anarkisme sehingga akan melahirkan sikap kritis masyarakat sebagai alternatif dari sikap apriori menerima maupun apriori menolak, ataupun membenci secara membabi buta ataupun sikap secara taklid buta untuk menerima atau menolak tanpa suatu kesadaran mengapa dan untuk apa. Oleh karena itu lahirnya sikap dan kesadaran kritis yang didorong oleh suatu keterbukaan, dialog kritis adalah sesuatu yang yang harus difasilitasi oleh karena tema yang umumnya dianggap tabu untuk dibicarakan, bahkan tidak layak untuk diapresiasi, justru yang seharusnya perlu diapresiasi dan yang pertama tama perlu diacungkan jempol.
Lantas, apa sebenarnya dan mengapa Anarkisme begitu kontroversial? Anarkisme sebagai suatu paham atau pendirian filosofis maupun politik yang percaya bahwa manusia sebagai anggota masyarakat akan membawa pada manfat yang terbaik bagi semua jika tanpa diperintah maupun otoritas, boleh jadi merupakan suatu keniscayaan. Pandangan dan pemikiran anarkis yang demikian itu pada dasarnya menyuarakan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakekatnya adalah mahluk yang secara alamiah mampu hidup secara harmoni dan bebas tanpa intervensi kekuasaan juga tidaklah ssuatu keyakinan yang sangat salah. Lalu dari mana datangnya persepsi bahwa anarkisme berarti mendorong pada kehancuran dan keberantakan? Padahal sangat jelas dari pengertian diatas sesungguhnya Anarkisme tidak identik dengan keyakinan pecinta kehancuran. Bahkan tidak ada indikasi bahwa anarkisme serta merta merupakan cita acita yang menjurus kearah kekacauan ataupun kehanacuraan dan keberantakan. Namun yang jelas memang anarkisme merupakan suatu pemikiran yang mendambakan suatu “orde” yang bersifat spontan. Mereka umumnya menolak segala prinsip otoritas politik, pada saat yang sama sangat percaya bahwa keteraturan sosial niscaya terwujud justru jikalau tanpa otoritas politik. Secara sepintas dapat dilihat, bahwa musuh gerakan anarki adalah segala bentuk otoritas, maupun segala bentuk simbol otoritas, dan bentuk otoritas yang bagi kaum anarkis sangat jelas adalah otoritas yang dimiliki oleh negara moderen. Itulah sebabnya bagi kaum anarkis, negara dipandang memonopoli otoritas kekuasaan yang perlu dibatasi, misalnya seperti kekuasaan territorial yang mereka miliki, kekuasaan yuridiksi atas rakyat termasuk kekuasaan menguasai kekayaan sumber daya didalam wilayah yang mereka kuasai. Kekuasaan negara juga muncul dalam bentuk pemanfaatan sistim hukum positive yang eksistensinya serta merta menundukkan dan menyingkirkan semua bentuk hukum yang “dianggap negatif”, seperti hukum adat dan banyak hukum lainnya. Dan akhirnya gagasan bangsa sebagai suatu bentuk puncak dari politisasi masyarakat juga menghancurkan segala bentuk kelompok kelompok masyarakat. Semua otoritas tersebut dipelihara melalui monopoli penguasaan alat alat pertahanan dan keamanan, bahkan negara memonopoli cara untuk menundukkan rakyat. Sebaliknya anarkisme memang mengidamkan suatu visi social tentang “masyarakat alami” yakni suatu masyarakat swakelola yang mandiri dari para invidual yang secara swadaya membentuknya. Anarkisme bahkan menjadi sikap politik bahwa pemerintahan selain tidak perlu juga destruktif. Ini memang sesuai dengan makna harfiah Anarki, yang konon asal katanya memang berakar dari kata Yunani yang artinya kurang lebih “tanpa aturan atau without a rule”, dan memang dalam perkembangannya telah digunakan.
Apa sebenarnya pandangan, visi dan pendirian filosofis kaum anarkis? Anarkisme mengambil berbagai bentuk dan spektrum, yakni dari Anarkisme aliran kiri dan eskrim kiri, maupun anarkisme aliran kanan bahkan sampai anarkisme ekstrem kanan yang berwatak individualistik. Meskipun anarkisme kelihatannya berakar pada paham kebebasan individual yang liberal, namun lokasi konflik pahamnya justru pada pada titik yang terletak antara negara dan masyarakat. Meskipun terdapat berbagai aliran pemikiran kaum narkisme dalam berpendirian terhadap lokasi konflik negara-masyarakat tersebut. Namun pendirian pendirian mereka sesungguhnya secara sederhana dapat dikatagorikan kedalam Anarki individualistik dan anarki sosialistik. Anarki Individualistik berangkat dari cita cita kebabasan individual, serta berpangkal juga dari kedaulatan individual atas pemilikan harta dan kekayaan pribadi, serta pemilikan privat. Dengan demikian arah anarki individualis ini adalah suatu bentuk dari anarki kapitalisme. Sementara anarki kiri yang berwatak sosialistik justru berangkat dari penolakan kekayaan pribadi dan negara yang menurut mereka sebagai sumber penyebab dari ketidakadilan sosial. Golongan anarki ini justru berpendirian perlunya pembatasan kekuasaan dan keperkasaan negara atas individu dalam kelompok kelompok masyarakat. Pendek kata paham ini adalah perkawinan antara paham bercorak liberalistik dan sosialisme. Itulah mereka juga disebut sebagai Sosialisme Libertarian.
Kalau kita telaah perkembangan pemikiran dan gerakannya, Anarkisme sudah lama sekali berkembang dan pemikiran tersebut masing berkembang hingga saat ini dengan nama, gaya dan bentuk yang berbeda-beda. Meskipun sudah lama berkembang, misalnya William Godwin (1756-1836) telah melontarkan gagasan yang diduga menjadi inspirasi paham Kooperasi sosialis model Owen, namun membincangkan paham anarkisme tidak dapat melupakan bagitu saja tokoh pemikir Proudhon yang pada dasarnyaa mengadaaopsi gagaan koperasi sosialis. Dia melihat bahka kekuasaan negara dan kekuasaan Modal adalah sinonim, sehingga mustahil baginya menggunakan negara untuk memperjuangan kaum proletar. Belakangan Bakunin melanjutkan gagasan tersebut, bedanya Bakunin menempuh jalan pengambilalihan secara revolusioner dan kekerasan untuk membangun kolektivisme. Peter Kropotkin salah seorang pengikutnya Bakunin melanjutkan gagasan tersebut secara lebih komunistik, yakni dengan menganjurkan gagasan “segala sesuatu milik setiap orang, dan pembagian didasarkan pada kebutuhan tertentu masing-masing.
Perkembangan praktek anarkisme demikian juga penentangnya dimana mana dan para buruhpun mulai mengadopsinya yang melahirkan suatu sempalan baru yang dikenal dengan “Anarcho-Syndicalism”, atau Revolutionary Syndicalism. Mulai dari pikiran bahwa fungsi serikat buruh yang secara tradisional memperjuangkan kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja dianggap sudah lagi tidak memadai. Serikat buruh harus menjadi organisasi militan untuk menghancurkan Kapitalisme dan negara. Buruh harus ambil alih pabrik-pabrik dan dikuasai. Dengan demikian, serikat buruh juga dituntut mampu untuk menjadi pengelola manajemen pada saat pasca revolusi. Pendek kata bagi mereka serikat buruh pada dasarnya berfungsi sebagai badan perlawanan, namun pada era pasca revolusi serikat buruh harus juga berfungsi dalam administrasi menjemen untuk mengelola industri. Untuk menjaga stamina militansi, suasana lingkungan perlu secara terus menerus dikembangkan untuk itu. Mereka, para anarki sindikalis dimasa lalu sangat percaya bahwa suatu aksi perlawanan yang massif akan mampu melumpuhkan negara dan bahkan sistim kapitalisme.
Bagaimana gerakan anarki saat ini dan masa mendatang? Saat ini sesungguhnya gerakan anarkisme tengah mengalami kemunduran. Kecuali di Spanyol gerakan anaki dihancurkan dimana-mana. Meskipun dua tokoh Anarki besar seperti Bakunin dan Kropotkin berasal dari Rusia, namun gerakan itu disana justru dikerdilkan oleh rezim totaliter disana maupun idenya dikooptasi oleh Partai Sosialia Revolusioner Narodniki.
Sementara ditempat lain dimasa lalu gerakan Anarkisme pernah mengalami kejayaannya. Contohnya, gerakan perlawanan sosio kultural yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi dianggap sebagai realitas dari pengaruh Anarkisme di Asia. Gandhi berhasil mengembangkan gerakan resistensi dan pembangkangan social yang bersifat anti-kekerasan di Afrika Selatan dan India. Orang percaya bahwa Gandhi banyak membaca pikiran Anarkis seperti Leo Tolstoy dan Thoreau maupun Kropotkin. Meskipun impian Gndhi tentang suatu masyarakat komunal berbasis desa swadaya belum pernah terwujud, tetapi pemikirannya dilanjutkan orang orang sepahamnya dengan mengembangkan gerakan Sardovaya yang dipimpin oleh Vinoba Bhave Jaya Prakash Narayan yang mengembangkan gerakan pemilikan tanah secara kolektif yang dikenal dengan gramdan, dimana pada tahun 60-an menjadi gerakan yang mendapat sambutan secara luas di India.
Di Barat Anarkisme memang menjadi daya tarik kaum intelek. Anarkisme dianggap menjadi pendorong gerakan Civil rights di Amerika akhir tahun 1950-an, dimana warga kulit hitam Amerika melakukan resistensi terhadap ketidakadilan yang dilegalisir dalam konstitusi dengan menggunakan gerakan moral. Gerakan itulah yang dianggap sebagai picu gerakan social selanjutnya, dimana gerakan sosial makin meluas dan meruncing, tidak hanya terbatas sebagai gerakan civil rights tapi telah berkembang menjadi gerakan umum menentang struktur elitisme dan gerakan kritik terhadap gaya hidup materialisme masyarakat industri baik di negara negara Kapitalis maupun negara Komunis. Gerakan itu terus berlangsung hingga tahun tahun 1960-an dan 1970-an. Anarkisme dengan demikian telah menjadi identik dengan gerakan “counter culture” atau budaya tanding yang sangat popular dikalangan anak muda dan Mahasiswa dan kelompok kiri secara umum di Amerika dan Eropa serta Jepang. Namun watak anarkisme generasi ini memang lebih merupakan pemberontakan budaya ketimbang suatu hal yang berwatak ideologis.
Pendirian akan penolakan kaum anarki terhadap negara, serta desakan untuk desentalisasi dan otonomi lokal, sangat gaung kuat terhadap mereka yang bercita cita menegakkan demokrasai participatory. Jika gerakan sosial ditahun 60-an memendam semangat “buruh menguasai industri” maka kelihatannya pikiran Anarcho-Syndicalisme masih hidup. Tetapi Anarkisme generasi tahun 60-an dan 70-an memprakarsai suatu perlawanan masif dan berskala global melalui aksi langsung dengan membentuk parlemen jalanan mempunyai agenda yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Gerakan anarkisme era tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa mereka menerima warisan pemikiran Bakunin tentang “pan-destructionisme” dimana mereka percaya bahwa sistim masyarakat yang ada saat itu sudah sangat rusak, korup dan munafik sehingga sudah tidak layak lagi untuk diperbaiki dan harus dibersihkan secara total.
Dari perbincangan ini, kita dapat memahami ternyata paham anarkisme tidak sesederhana yang selama ini diprsepsikan oleh banyak orang. Anarkisme juga memiliki anatomi dan bentuk gerakan yang bermacam macam. Menganggap tungal terhadap anarkisme yang sebenarnya beragam tersebut dapat memunculkan suatu kesalahpahaman yang tidak perlu. Karena memang paham anarkisme dalam perkembangannya pernah menjadi pendorong terhadap perubahan sosial menuju suatu masyarakat bebas dari otoritarianisme menuju pada suatu masyarakat egaliter, tanpa dominasi dan demokratis. Bahkan paham Anarkisme telah menjadi inspirasi terhadap lahirnya banyak karya sastra tentang kemanusiaan yang sangat berbudaya. Misalnya saja kritik Ivan Illich terhadap “sekolah” di awal tahun 70-an merupakan salah satu karya seorang anarkis yang memberi isnpirasi bagi berbagai upaya pembaharuan pemikiran dan metodologi pendidikan. Pendek kata sudah lama masyarakat luas menjadi semakin manusiawi dan beradab, justru karena inspirasi dari para pemikir anarkis.
Bagaimana masa depan Anarkisme? Pada saat ini rakyat secara global mnghadapi tantangan besar akibat dari menguatnya paham Neo-Liberalsime. Indikasi menguatnya paham ini telah mendorong tata ekonomi, politik, sosial dan budaya kedalam suatu zaman yang dikenal dengan era Globalisasi. Globalisasi yang merupakan suatu formasi sosial untuk pengintegrasian ekonomi nasional bangsa bangsa kedalam suatu sistim ekonomi Kapitalisme global, juga telah memincu munculnya gerakan anarkisme baru diawal abad ini. Proses Globalisasi yang memaksakan pembentukan sistim, tata relasi dunia baru ini membawa akibat semakin menguatnya institusi modal dan Negara-negara Kapitalis melalui WTO dan Lembaga Keuangan Internasional terdapat indicator telah membangkitkan semngat anarkisme lagi. Berbagai perlawanan rakyat secara global diberbagai tempat menentang WTO dan Bank Dunia menjadi saksi dari kebangkitan gerakan anarkisme lagi yang secara global dikenal yakni The World Bank dan International Monetary Fund (IMF). IMF inilah organisasi yang paling dianggap berkuasa di abad 20.
Justru pada era globalisasi inilah terdapat suatu gejala lahirnya kembali gerakan anarkisme global yang selama ini tidak banyak kedengaran. Globalisasi justru seakan membangunkan kaum anarkis dari tidur, atau paling tidak membangunkan gerakan sosial yang mendapat inspirasi dari kaum anarkis secara global, seperti gerakan anti WTO, gerakan anti Hutang seolah meneruskan gerakan Hijau, gerakan feminisme, gerakan masyarakat Adat ataupun gerakan rakyat kaum miskin kota dan sebagainya. Gerakan rakyat menentang pembangunan Dam dibeberapa tempat di Asia, seperti gerakan anti proyek pembangunan Dam Narmada di India tahun 1980-an, pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari “New Social Movement” yang mendapat inspirasi dari pikiran anarkisme. Pada tahun 1992, gerakan untuk menyelamatkan Narmada ini berhasil mendesak Bank Dunia untuk mencabut dukungannya terhadap proyek tersebut. Gerakan yang “mewarisi sikap Kritis dan semangat anarkisme Mahatma Gandhi” ini adalah merupakan gerakan sosial yang menantang watak otoritarian kekuasaan negara dan sikap ekstraktif dari proses ekonomi yang dominan. Gerakan anarkisme yang dalam era itu juga disebut sebgai “New Social Movement” tumbuh dimana mana, dalam skala lokal, nasional, bahkan global.
Saat ini, sekali lagi kita menyaksikan suatu gerakan “koalisi global menentang WTO dan gerakan “Anti Hutang” Jubilee 2000, serta berbagai koalisi global menentang Bank Dunia, yang ditunjukkan dengan turunnya kembali kaum muda di jalan jalan kota-kota besar dunia setiap diselenggarakan pertemuan Globalisasi adalah fenomena resistensi sosial yang mengingatkan bangkitnya kembali gerakan anarkis atau bahkan terjaganya dari tidur panjang watak anarkis dari gerakan sosial. Gelombang sentimen untuk menentang watak dominasi Neo Liberalisme dan rezim Globalisasi yang mendunia saat ini, bukankah fenomena yang merupakan indikasi lahirnya kembali anarkisme. Masih banyak kasus yang saat ini tidak terungkap, bagaimana gerakan masyarakat di tingkat akar rumput melakukan resistensi terhadap Globalisasi yang pada dasarnya memiliki watak sebagai reinkarnasi pemikiran anarkisme. Misalnya saja gerakan para aktivis untuk membela para petani dari invasi budaya modernisasi pertanian revolusi hijau serta gerakan sosial untuk reformasi agraria dan hak hak petani (peasant rights) di Indonesia saat ini, apakah tidak dapat secara luas dianggap sebagai bangkitnya kembali falsafah anarkisme?.

Tulisan diatas telah saya edit dan saya muat dengan maksud agar dipahami bahwasanya ‘destruktif adalah destruktif dan anarkis adalah anarkis janganlah dicampuradukkan destruktif adalah anarkis’, sekian.

Ber@nek@ r@9@m !Lm0e **..............!!!!


B!k!n pUyen9...........!!!!

  • ABRASI;Dalam ilmu bumi alam, Abrasi ialah pengikisan pantai oleh gelombang lautan. Dalam keadaan ini gelombang tsb mengikis pantai. Dimana gumpalan** batu reruntuhan pantaiu turun merusak juga,pengikisan Abrasi tsb amat hebat pada pantai bebatuan yang curam.
  • ACRONIAN; Dalam ilmu hayati Acronian adalah jenis binatang yang tidak mempunyai tengkorak.
  • ADHEISSIE;Dalam ilmu pengetahuan alam Adheissie adalah kekuatan tarik-menarik dari bagian** yang kecil atas beberapa bagian benda, adapun kekuatan tarik-menarik dari m0lekul** dari sebuah benda dsbt Kohessie.
  • ALGONCIUM;Dalam ilmu bumi alam, mengenai sejarah bumi Algoncium adalah dsbt pula Ezoicum, adalah anak zaman . Archaecum, skala wktu 1.750 juta tahun. pada zaman ini tmbuh**an berupa lumut sel tung9aL, sel panjang Thallephyta, sedangkan binatang yang hidup Protonca, bunga kerang Dsb.
  • AZOCUM;Dalam ilmu bumi alam adalah anak zaman Arzaicum, skala waktu 3.350 juta tahun. pada waktu ini baik tetumbuhan maupun hewan ByUmz aDde.....!!!

................ملء قلبي..........


حب مع شخص ما لأسباب القيام به ، والحب لأنها جاءت فجأة. ويمكن للضحايا بالجنون والمكفوفين.
تعرفون يا أصدقائي ما الحب ، الحب أن تكون طبيعية غير طبيعي. لذلك لا عجب لكم العصبي وكثير من الناس دائما تأخذ الملايين من ضحايا الروح ،
والسبب في ذلك أن هذا الحب شيء ، ولكن لا نحب ، لأنه في وقت لاحق ، انه سيصبح حقيقة ما كنت أكره....!!! وأكره شيئا فهو أيضا ولكن لا اكره ، لوقت لاحق انه يمكن أن يصبح شيئا أكثر وتحب جدا ،.....!!!
والمحبة هي محبة الناس الذين كنت طويلة هم الذين نفتقدكم ،
ولكنها لا تحب الشخص الذي لا يحب لكم ، وأنتم لا يغيب شخص لا تفوت عليك.
في الواقع ، لأن من الطبيعي أن أفظع حبه شخص لا أحبك ،. الشاعر والشعر ؛ التي تأتي من القروض ،...؟ "من الميدان وصولا الى الوقت :...!!!؛ حيث انها جاءت من....؟ الحب" الحب يأتي من عيون وقلوب ل".....!!!
إذا كنت لا أعتقد يرجى المحاولة...!!!؟
لجميع زملائي أينما تكون جميع "ذكرني بعد انتهائك"
( "اغلاق الحزن بحزن ، وتخفيف العبء على غيرهم من الناس ، ثم هناك حياة هناك معنى")
صحية والرخاء للجميع.
بكل احترام ، على سلامة ورحمة الله وبفضل كل ذلك. امين...،!!~
المؤلف ؛ أسعد محمد رضا الهجرية

CIRI-CIRI KHAS MAKHLUK HIDUP

1.Nutrisi(zt makanan)
Makhluk hidup memerlukan makanan yaitu berupa substansi yang banyak mengandung kalori .Sebagian zat makanan yang diperoleh berguna untuk menyusun tubuh dan sebagian lagi untuk diubah menjadi energi.

2.TRANSPORTASI(proses pengangkutan)

Seluruh zat -zat nutrisi perlu diedarkan oleh suatu sistem kesemua bagian tubuh makhluk hidup. Oleh karena itu, dalam tubuh makhluk hidup, baik yang bersel tunggal maupun yang bersel banyak terjadi proses pengangkutan dan peredaran zat-zat ini.
3.RESPIRASI(proses pernafasan)
Sebagian zat nutrisi adalah zat -zat organik yang ditimbun dalam protoplasma.Zat-zat ini merupakan sumber energi bagi makhluk hidup .Energi itu timbul karena proses respirasi.
4. EKSKRESI(proses pengeluaran)
Respirasi disamping menghasilkan energi, juga menghasilkan zat-zat sampah.Zat-zat itu merupakan racun bagi makhluk hidup.Oleh itu zat itu pelu dikeluarkan dari tubuh.
5.SINTESIS(proses penyusunan)
Energi yang dihasilkan oleh proses respirasi diantaranya dipergunakan untuk menyusun zat-zat baru pmbentuk protoplasma. Ini memungkinkan makhluk hidup tumbuh dan berkembang.
6.PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN
Makhuk hidup memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi kompleks.
7.REGULASI(proses pengaturan)
proses pengontrolan untuk mengatur keserasian semua kegiatan faal didalam tubuh makhluk hidup. Pada manusia dan hewan, diatur oleh susunan saraf dan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan ini bersama-sama mengadakan keseimbangan dalam kerja dari alat-alat tubuh.
8.IRITABILITAS(kepekaan terhadap rangsangan)
Tiap makhluk hidup memberi reaksi terhadap rangsangan. Rangsangan ini dapat berupa mekanis, kemis maupun fisik. Dari iritabilitas ini adanya ciri lain, yaitu pergerakan yang dimaksudkan untuk beradaptsi yang berguna bagi keselamatan hidupya dan organisasi, misalya tumbuhan mempunyai akar, batang dan daun. akar berfungsi untuk mengokohkan berdiri, mengabsorpsi zat-zat makanan.
9. REPRODUKSI(proses pengembang biakan)
Proses pengembang biakan atau pelipat gandaan diri dari makhluk hidup adalah di maksudkan agar keturunannya tidak musnah.
10.ADAPTASI
Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan.
misalnya: pH, cahaya matahari, suhu (temperature), kelembaban, zat-zat makanan, salinitas(kadar garam)dll.

Hidup menurut pandangan biologi akan :
@ mampu mengadakan pertumbuhan
@ mampu mengadakan gerak aktif
@ mampu mengadakan proses metabolisme.
@ Mampu mengadakan perkembang biakan (reproduksi).
@ mampu mengadakan sensitivitas dan reaksi terhadap rangsangan dengan tujuan mempertahankan diri.
@ Mampu mengadakan pencernaan (digestive).
@ Mampu mendapatkan makanan.
@ Mampu mengadakan respirasi dan ekskresi
Tidak hidup menurut pandangan biologi :
Tak dapat mengadakan dan atau melakukan proses-proses hidup seperti diatas.


arti kehidupan






apakah anda mengetahui apa itu arti kehidupan.....?
sebagian orang mengartikannya berbeda-beda....!
akan tetapi apakah artinya yang hakiki....?
sebagian golongan beranggapan kesengsaraan
..,
ada lagi yang menyatakan kesenangan
..,




 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies